Sabtu, 18 Desember 2010

Ku Ingin Semua Tau

Setetes air mataku yang jatuh menyentuh bumi
Manandakan betapa perih hatiku
Menciptakan sebuah cahayakesedihan
Yang membuat orang yang melihat teriris hatinya
Merasakan perih yang ku rasakan
            Tahukan kamu?
            Betapa sakit yang kurasakan?
            Betapa perih yang kurasakan?
       Kamu tidak akan mengerti
       Kau bukan aku
       Hatiku bukan hatimu
       Kamu tidak akan bisa rasakan sakitku
Wahai cahaya yang terang....
Aku ingin semua merasakan
Betapa sakit hatiku
   Wahai angin yang sejuk...
   Aku ingin semua merasakan
   Betapa gersang hatiku
Wahai air yang bening...
Aku ingin semua merasakan
Betapa Perih hatiku
       Kini aku sendiri terbelenggu sepi
       Terjebak dalam sebuah penderitaan
       Di dalam sebuah kegelapan
      

Sabtu, 11 Desember 2010

Good bye my friend

Di pagi hari, saat Chika sedang membantu ibunya untuk mengisi waktu luangnya, di hari libur
“ Kring….kring….”
“ Hallo, Assalam’mualaikum!” Sapa Chika
“ Wa’alaikum salam.  Ini Chika kan?” terdengar suara ibu Viana yang sedang menangis
“ Iya, ini mamanya Viana ya? Ada apa tante kok nangis gitu?” Tanyanya heran
“ Vivi, Chi! Vivi masuk rumah sakit! Penyakit kambuh lagi!” Mama Vivi menangis sedih
“ Apa tante?” reaksi Chika kaget, “ Vivi masuk rumah sakit? Rumah sakit mana biar Chici kesana!” Tanyanya panik
“ Di rumah sakit Rensville O’dhile hospital!” jawab mama Viana menangis
“ Ok! Chici mau kesana segera! Assalam’mualaikum…” Chika segera menutup teleponnya, dan segera berganti baju lalu pergi ke rumah sakit dengan sopirnya
Dengan keadaan macet total! Chika menunggu dengan resah, takut kalo terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu, “ Aduh! Gimana nih? Pak, emang nggak ada jalan lain ya?” Tanya Chika tak sabar
Ada non! Tapi kita sudah terjebak macet. Jadi, nggak bisa kemana-mana lagi non!” Jawab sopir menerangkan
“ Aduh gimana nich? Semoga nggak terjadi apa-apa sama Vivi! Ya Allah tolong selamat kan Vivi, Ya Allah…!”  Doa Chika dalam hati
Setelah lama menunggu kemacetan, akhirnya Chika sampai di rumah sakit.  Chika pun segera mencari di mana kamar sahabatnya itu. Dan Chika mendapati mama Viana menangis. Chika menghampiri dengan semua harapannya semoga tidak terjadi apa-apa dengan Viana, Sahabat karibnya dan sahabat terbaiknya itu.
“ Gimana tante keadaan Vivi?” Tanya Chika
“ Masih belum sadar dan kritis! Ya bisa dikatakan koma!”  Kata mama Viana menangis
Lama mereka menunggu, beberapa jam berlalu mama Viana menangis tanpa henti sedangkan Chici kelihatan lebih tenang. Tapi, sebenarnya di dalam hatinya dia merasa sangat resah, takut, berharap, sedih  dan semua menyatu dalam hatinya. Setelah beberapa lama dokter keluardari kamar Viana, Chika langsung menghampiri dokter…
“ Dokter, gimana keadaan sahabat saya?” Tanya Chika penuh harapan
Doktor terdiam beberapa saat, ia menggelengkan kepala dan mengatakan, “ Maaf! Kami sudah berusaha!” Dan langsung meninggalkan Chika,  Chika mengerti, ia langsung menangis histeris, “Vivi………………..” Ketika dia melihat jasad Vivi sahabatnya itu terbujur kaku , seketika Chika langsung pingsan, tidak sadarkan diri.
Setelah sadar Chika sudah terbaring di kamar kesayangannya. Mamanya duduk di sampingnya,
“Mi, tadi aku mimpi, Vivi meninggal. Tapi, ini Cuma mimpikan?” Tanya Chika penuh harap
“ Sayang, Vivi memang sudah meninggal sayang!’ Jawab mamanya sedih
“ Apa……?  Nggak mungkin ini nyata! Nggak mungkin…” Teriaknya
Mama nya segera memeluknya dan menenangkannya, Chika terdiam dan menangis. Beberapa minggu sudah berlalu, tapi Chika tetap tidak bias menerima kematian Vivi! Chika terus menangis, syok, nggak sekolah, jarang makan!! Dan ia terus memandangi fotonya dan Vivi bahkan kadang bicara sendiri, sambil memandangi foto Vivi. Mama Chika hanya bisa menangis melihat keadaan anak satu-satunya itu.
“ Chici, kamu jangan sedih donk! Aku juga jadi sedih…” Tiba-tiba sura misterius terdengar
“ Vivi? Kamu vivi kan? Kamu di mana ayo keluar!” Teriak Chika
“ Iya, aku Viana! Aku ada di sebelah kanan kamu! Kamu lihat kan?” Jawabnya
“ Vivi, Kamu kan sudah….”
“ Hust……! Iya, aku memang sudah meninggal!” potong Vivi
“ Lalu kenapa kamu di sini?” Tanya Chika
“ Aku di sini mau hibur kamu! Supaya kamu nggak lemas dan sedih kaya gini! Aku kan juga sedih lihat kamu seperti itu! Dan perlu kamu tau yang bisa lihat aku Cuma kamu! Jadi kalau kamu bicara sama aku, orang Cuma lihat kamu bicara sendiri! Kamu ngerti!” Jelas Vivi panjang lebar.
“ Ok! Aku ngerti! Dan sekarang aku bahagia sekali karna kamu ada di sisi aku!” Kata Chika girang
“ Nah, sekarang kamu makan ya!” Bujuk Vivi
“ Ok……!”
“ Mi, aku mau makan donk! Chici lapar nih, Mi!” Teriak Chika riang
“ Sayang….? Kamu mau makan?” Tanya mama Chika heran melihat perubahan Chika itu
“ Iya, Mi! Chici laper bange!” Balas Chika
“ Chi, coba kamu Bantu mami kamu dech! Kasihan dia!” Bisik Vivi
“ Ok!” Jawab Chika, “Mi, Chici Bantu ya? Apa yang harus Chici kerjain?” Tanya Chika
“ Kamu siapin aja piring, gelas dan peralatan makannya , lalu kamu susun di atas meja makan!” Jelas Mama Chika yang masih heran
“ Ok!” jawab Chika semangat “Kamu nggak makan, Vi?” Bisik Chika
“ Nggak, Chi! Makasih…” Tolak Vivi
“ Ya udah,  Aku makan dulu ya!” Jawab Chika dengan senyuman
Kini hari-hari Chika sudah kembali seperti semula, kini Chika sudah menjadi chika yang selalu tertawa bahagia. Kini dia menyadari teman tidak Cuma satu, tetapi sangat banyak walaupun tak sebaik Vivi.  Vivi ,masih selalu setia menemani Chika kemanapun. Kini Chika sudah mendapatkan sahabat baru walaupun tak sebaik Vivi. Pada suatu malam Vivi berbicara serius dengan Chika
“ Chi, Kamu sudah tau kan kalau teman kamu nggak Cuma aku? Tapi banyak sekali!” Mulai Vivi
“ Iya! Aku tau kok! Tapi, kamu tetap sahabat aku!” Balas Chika
“ Chi, Kamu sudah seperti semula. Tugas aku sudah selesai sekarang…” Kata Vivi kemudian
“ Maksud kamu apa sich, Vi???” Tanya Chika tak mengerti
“ Chi, sebenarnya aku menemani kamu bukan untuk selamanya. Tapi, hanya sementara. Kini kamu sudah seperti dulu lagi. Jadi, aku harus pulang. Ingat kamu jangan melupakan aku.  Tapi kamu juga jangan terlalu sedih, karna nanti aku nggak tenang. Kamu harus ikhlas atas kepergian aku…” Jelas Vivi panjang lebar
“ Ok, Aku ngerti. Aku sudah Ikhlas kok, Kalau itu mau kamu Good bye my best friend” Jawab Chika dengan nada sedih
“ Good bye too my best friend” Dan Viana atau Vivi pun menghilang
Dan Chika terbangun dari mimpinya, saat dia ragu apa benar yang terjadi itu.  Tiba-tiba ada satu bisikan, “ Jangan sedih lagi ya…” Setelah mendengar itu Chika pun tersenyum dan dalam hatinya berkata, “ Good bye my best friend! Aku pasti kangen sama kamu!” Dan “ Tenang saja aku akan masuk ke mimpi indahmu…” Bisikan itu terdengar lagi. Chika pun segera beranjak bangun dengan tersenyum yakin dia tidak akan kehilangan sahabatnya itu…

Jumat, 10 Desember 2010

Persahabtan Itu Sangatlah Indah





  Persahabatan antar muslimah itu sangatlah erat








Menjalin hubungan persahabatan adalah hal yang paling indah










Indahnya persahabatan tak akan lekang oleh waktu

Kamis, 09 Desember 2010

Andai Waktu Bisa Kuulang Kembali

Andai Waktu Bisa Kuulang Kembali
Akan ku bahagiakan hidupmu
Andai Waktu Bisa Kuulang Kembali
Tak akan kukecewakan kau seumur hidupku
Andai Waktu Bisa Kuulang Kembali
Tak akan ku biarkan kau menangis

Tapi, waktu tak dapat diulang
Kuhanya memiliki penyesalan
Maafkan aku....
Yang s'lalu membuatmu kecewa
Yang s'lalu membuatmu menangis
Maafkan aku....
Karna belum pernah membahagiakanmu