Kamis, 04 November 2010

Cobaan Untuk Persahabatan

“ Kita akan terus barsahabatkan, Na?” tanya Lita
“ Tentu, kamu sahabat ku satu-satunya!” jawab Ana yakin
“ You are my best friend “ sahut Lita
Lita dan Ana adalah dua gadis yang bersahabat. Mereka sudah sangat lama bersahabat. Mereka selalu bersama mulai dari kelas satu SD,hingga sekarang mereka sudah kelas tiga SMP.
“Menjengkelkan sekali melihat mereka! Sok akrab banget. Menyebalkan!!!” gerutu Mika
Dimana ada persahabatan, tentu ada cobaannya. Dan inilah yang terjadi pada Lita dan Ana.
Disaat Lita dan Ana di kantin, disinilah semuanya berawal.
“ Na, kamu mau makan apa? ” Tanya Lita
“ Seperti biasa, Ta!” jawabnya, “ Ta, aku mau ke toilet dulu ya? Kamu tau kan yang biasa aku pesan? “ Lanjut Ana
“ Ok!! “ jawab Lita singkat
“ Hai, Ta! “ Sapa Mika tiba-tiba
“ Hai….” Jawab Lita sambil tersenyum
“ Kamu masih sahabatan sama Ana? Kok kamu mau sih? “ tanya Mika
“ Maksud kamu apa, Ka? “ Balas Lita
“ Maksud aku? Ya ampun, Ta! Jadi, kamu nggak tau?” Tanya Mika lagi, “ Ana itu, selalu ngeledekin kamu, dan ngejelek-jelekin kamu. Aku nggak bermaksud merusakan persahabatan kalian lho!! Tapi, aku kasihan aja sama kamu. Masa, kamu sudah baik sama dia. Tapi…., dia malah kaya gitu sama kamu. Aku sih pikir-pikir dulu mau sahabatan sama dia.” Jelas Mika panjang lebar.
“ Lagi ngomong apa nih? Kok serius banget?” Tanya Ana tiba-tiba
“ Nggak apa-apa kok!” Jawab Lita
“ Ya udah! Aku duluan ya?” Kata Mika meninggalkan tempat itu.
Sejak dari itu, perlakuan Lita mulai berubah derastis kepada Ana. Tentu saja semua ini membuat Ana bingung. Sebelum ini Lita tidak pernah seperti ini kepada Ana.
Disaat Ana sedang duduk sendiri, sambil memikirkan tingkah sahabatnya. Tiba-tiba Mika datang menghampiri.
“ Hai, Na! kok nggak sama Lita sih?” Tanya Mika menghampiri
“ Nggak apa-apa kok!” Jawab Ana
“ Ups…! Aku lupa!! Kamu kan sudah nggak sahabatan lagi sama Lita. Benarkan?” Kata Mika tiba-tiba
“ Nggak….! Kamu dapat berita kaya gitu dari mana? Siapa juga yang bilang? Aku masih sahabatan kok sama Lita!!” Jawab Ana protes
“ Masa sich?” Mika terkejut, “ Lita sendiri yang bilang lho!! Katanya kalian sudah nggak sahabatan lagi!” lanjutnya
“ Apa…..??”Ana histeris tidak terima
“ Kalo aku sich, nggak bakalan anggap Lita sebagai sahabatku lagi. Dia aja nggak anggap aku. Bukannya mau merusak persahabatan kalian, ya! Itupun kalo kalian masih sahabatan. Aku kasihan aja sama kamu. Masa punya sahabat kaya gitu? nggap anggap kamu sebagai sahabatnya lagi.” Kata  Mika panjang lebar, “ Kalo aku pikir-pikir dulu deh punya sahabat seperti itu. Kayaknya kamu juga harus pikirin deh!!” lanjut Mika sambil meninggalkan Ana
Setelah kejadian itu, Ana dan Lita tidak akrab seperti dulu lagi, mereka berdua saling berburuk sangka kepada sahabatnya sendiri. Ini semua karena Mika
Beberapa minggu kemudian, tidak sengaja mereka berdua di dalam kelas. Tidak ada seorangpun yang berada di kelas itu. Kelas itu hening sekali.
“ Kenapa?” Tanya Lita membubarkan hening
“ Apa yang kamu maksud?” Ana balik bertanya
“ Kenapa kamu selalu ngeledekin aku dan ngejelekin aku dibelakangku? kamu itu nusuk dari belakang.” Kata Lita, “ Kamu tega ya?” lanjutnya
“ Apa maksud kamu? Aku nggak mengerti.” Tanya Ana lagi, “bukannya kamu yang tega sama aku? Kamu nggak akuin aku sebagai sahabat kamu, dihadapan teman-teman yang lain, kan? Benarkan?” mereka mulai terbawa emosi
“ Siapa yang bilang aku seperti itu?” Tanya Lita
“ Terus, siapa yang bilang aku sudah ngejek kamu dari belakang?” Tanya Ana balik
“ Mika…”Jawab Lita, “Terus siapa yang bilang kalo aku nggak ngakuin kamu sahabatku?” Lanjut Lita
“Mika…” Jawab Ana pendek
Merekapun langsung berdiri dari tempat duduk mereka, dan mencari Mika. Saat mereka bertemu dengan Mika….
“ Apa maksud kamu, Mik?” tanya Lit, “ Kamu mau mengadu domba kami ya?” lanjutnya
“ Ada apa sih?” jawab Mika
“ Kamu nggak usah berkilah lagi deh! Kami sudah tahu semuanya!” kata Ana
“ Tau apa? aku nggak ngerti deh…!” Tanya Mika berpura-pura tidak tau
“ Kamu bilang, aku nggak ngakuin Ana sebagai sahabat ku kan? Padahal itu nggak benar sama sekali” Kata Lita
“ Dan kamu bilang aku ngejek Lita dari belakang! Padahal aku nggak pernah lakuin itu!” Kata Ana
“ Aku…aku…aku…” Mika kehabisan kata-kata dan berlari meninggalkan mereka dengan rasa malu yang sangat besar
Lalu, Lita dan Ana kembali menjadi sahabat yang sangat akrab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar