Ica mempunyai teman bernama Dinda. Awalnya Ica sangat senang mempunyai sahabat seperti Dinda. Ica sangat gembira saat itu! Akhirnya Ica mempunyai teman yang baik hati, cocok sekali dengannya.
Dinda sangat mengerti Ica , Ica selalu tersenyum bahagia kalau berada di samping Dinda
Ica selalu memberi tahukan curahan hatinya. Bisa dibilang juga Dinda sebagai teman curhatnya. Dinda benar-benar teman yang sempurna bagi Ica
Ica sudah menganggap Dinda sebagai kakaknya sendiri, karena sifat Dinda yang dewasa, mengerti keadaan Ica, lebih tua dari Ica dan bagi Ica, Dinda sangat cocok menjadi kakaknya
Tapi, kenyataan yang pahit mulai mendekatinya, bagaikan hujan lebat yang datang di hari yang sangat cerah. Tidak sesuai dengan dugaannya, Dinda berubah dan membuat Ica kecewa
Saat itu Ica merasa sedih, kecewa, benci, sakit dan kehilangan. Semua bercampur menjadi Satu.
Ica tidak percaya dengan perubahan sikap Dinda. Ica syok atas perubahan itu. Awalnya Ica menganggap itu hanya sementara. Tapi, setelah beberapa hari berlalu Dinda tetap tidak menghiraukan Ica
Ica termenung memikirkan semua itu, baginya itu semua sangat mengejutkan. Setelah beberapa lama terpikir, Ica sadar bahwa ia harus menjauh dari Dinda. Awalnya ia mencoba untuk berpindah tempat duduk, yang dulu selalu disamping Dinda, kini mulai menjauh.
Selama Ica menjauh dari Dinda, Dinda mulai akrab dengan Gina. Saat Ica merasa kesepian, sedangkan Dinda telah mendapatkan penggati Ica. Dan itu semua membuat Ica sangat iri dengan Gina, karena Gina telah menggatikan posisinya
Ica selalu melihat dari kejauhan, Dinda selalu tertawa bersama Gina. Ica iri dan tidak dapat menerima bahwa Dinda menjauhinya
Terpikir dalam benak Ica, lebih baik ia hilang ingatan dan melupakan Dinda. Karena bagi Ica ini sangat menyakitkan
Sudah beberapa bulan berlalu, tidak terasa setengah tahun Ica menghadapi kenyataan yang menyakitkan baginya. Dan besok adalah ulang tahun Dinda.
Ica sudah bertekat untuk memberi sebuah kado untuk Dinda. Kado tersebut berisi semua kenang-kenangan saat ia akrab dengan Dinda. Itu adalah kenangan terindah bagi Ica.
Di kado itu terselip surat yang berisi:
“ Hai Dinda….
Happy birthday to you!!! Sudah lama ya nggak bersama!! Maaf ya! Aku Cuma mau mengembalikan semua ini, mungkin semua ini nggak berharga buat kamu. Tapi, ini sangat berarti bagiku. Dinda, bolehkah aku bertanya sesuatu sama kamu? Kenapa sih, kamu ngejauhin aku? Aku ada salah ya? Maaf ya!! Mungkin sampai disini dulu. Sekali lagi, happy birthday to you, Dinda!!”
Setelah itu, perasaan Ica sudah mulai lega. Tidak ada lagi yang mengganjal di hatinya
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Dinda tidak pernah memberikan jawaban untuk Ica
Tidak terasa bagi Ica sudah setahun berlalu. Sangat banyak kenangan yang indah bagi Ica, walaupun ada yang terasa pahit
Dinda belum juga memberikan jawaban pada Ica. Walaupun kenaikan kelas telah tiba.
Dan akhirnya Ica benar-benar tidak mengetahui apa penyebab perubahan Dinda. Karena Ica pindah ke luar kota mengikuti orang tuanya.
Sebenarnya ada rasa menyesal di hati Dinda, kenapa ia menjauhi Ica dan mengapa ia tidak membalas surat Ica. Tetapi, penyesalan selalu datang belakangan.
bAguzzZZz mi Ae....
BalasHapusbrBkat niE si AciL...
:)
iYaLah????
BalasHapusmKsEh aE TucH.....